Tag Archives: #Master

LUU, Tempat Favoritnya Para Mahasiswa

25 September 2017,

Jauh melompat melewati hari. Akibat banyaknya kegiatan yang harus diselesaikan sebelum memasuki minggu pertama perkuliahan, janji untuk menulis lebih rutin pun sempat terbengkalai.

Akan ada masanya aku akan bercerita mengenai bagaimana mencari tempat tinggal di Leeds, membeli jajanan dan bahan makanan yang halal di sekitar kampus dan tempat tinggal hingga transportasi dan bagaimana keseharian di Leeds terlewati.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.16

Salah satu tangga di LUU

Karena ini hari pertama perkuliahan di mulai. Maka sebagai pembuka,

“Selamat datang di Week 1”, begitu kalau kata mereka-mereka yang sudah memasuki week 52 atau akhir dari perkuliahan dan bersiap menyandang titel S2 di pundaknya.

Namun posting-an ini tidak akan bercerita mengenai kegiatan perkuliahan itu sendiri. Ada satu gedung yang menarik dan pasti akan menjadi pusat perhatian saat kalian berkunjung ke University of Leeds, yakni Leeds University Union (LUU).

 

Secara sederhana, gedung ini berlantai 4 dan menjadi tempat terbuka bagi siapa saja mahasiswa/i Leeds yang hendak sekadar bersantai, makan siang hingga bergabung dan melaksanakan aktivitasnya sebagai bagian dari suatu komunitas.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.10

Area makan di depan Wok & Go, LUU

LUU tidak hanya gedung tapi juga pusat kegiatan mahasiswa/i Leeds. Membawahi sekitar 380 komunitas dan memilliki beragam kafe, restoran, coffee shop, ruang serba guna hingga ruangan musholla bagi muslim.

Area bawah LUU adalah bagian terfavorit buat aku sendiri. Selain banyaknya sofa dan kursi serta bean bag yang bebas digunakan kapan saja, di sini juga terdapat sebuah restoran bernama Wok & Go yang menjual “Chinese and Asia Food”. Tentunya memanjakan lidah walau tak selalu ramah di kantong mengingat harga untuk seporsi makanannya berkisar 4,5 – 6,5 poundsterling. Tapi ya untuk sesekali jika malas masak dan membawa bekal ini bisa jadi alternatif.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.12

Sebagai catatan satu porsi makanan di Wok & Go sangat padat dan besar sehingga bisa untuk dua kali makan (buat saya sih) hehehe.

Tidak hanya ada Wok & Go, di sisi lain lantai ini juga terdapat Common Ground Coffee Shop dengan beragam menu minuman mulai dari kopi, susu dan teh yang bisa dijadikan andalan. Begitu juga dengan kue, yogurt atau buburnya. Menu andalan aku adalah chococino (susu coklat yang sebenarnya adalah children menu tapi siapa saja bebas pesan plus sebagai bonus porsinya besar kok). Selain enak, harganya juga sangat murah yakni hanya 50p. Bandingkan dengan rata-rata minuman di Common Ground ukuran dewasa yang berkisara 1 poundsterling (untuk teh) dan 3 poundsterling (untuk kopi dan susu).

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.14

Area tempat duduk Common Ground

Tidak hanya itu, masih di lantai yang sama kita juga bisa menemukan supermarket yang menjual beragam makanan dengan harga murah seperti sandwich dan makanan cepat saji lainnya yang bisa dihangatkan di student kitchen.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.14 (1)

Area student kitchen sendiri terdapat di lantai yang sama. Di sana kita bisa menemukan microwave, tap water dan juga air panas. Jika membeli sesuatu di supermarket (bernama essentials) kita juga bisa meminta sendok atau garpu, jika memang lupa membawanya.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.30.53

Essentials Supermarket LUU

Jika ingin berburu aksesoris khas kampus juga ada di lantai ini. Toko bernama Gear siap menawarkan beragam produk mulai dari kaos, jaket, gelas, hingga pin berlogo University of Leeds. Bagi yang menggemari salad ataupun vegetarian ada toko bernama Salad Box.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.30.51

Gear Store

Mencari kacamata? Silahkan mampir ke toko bernama Bayfields. Selain juga ada cabang bank Santander yang memang merupakan bank resmi kampus serta toko perawatan kuku, rambut dan wajah bagi perempuan bernama Pamper Me. Di bagian lainnya pun terdapat Old Bar yang terkesan klasik namun menarik perhatian untuk sekadar menghabiskan waktu minum kopi. Atau jika memang pecinta makanan Lebanon seperti Humus, ada juga loh Humpit Bar di sebelah Wok & Go.

Puas menjelajah area ini, kita bisa turun lagi dan menemukan Riley Smith Theatre dan Pyramid Theatre yang merupakan tempat diselenggarakannya beberapa acara termasuk konser dan pemutaran film di kampus.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.15

Area menuju Pyramid dan Riley Smith Theatre

Bagian atas adalah lobby dengan beragam sofa warna warni yang tersebar di seluruh ruangan. Di lobby ini juga kita bisa menemukan staff LUU dan menanyakan hal-hal dasar mengenai kampus seperti lokasi gedung perkuliahan hingga acara terbaru yang diselenggarakan komunitas dan membeli tiket acara tersebut secara langsung.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.19

Lobby LUU

Pada lantai yang sama juga ada beberapa restoran dan coffee shop yang bisa dijadikan alternatif seperti Terrace Bar dan Refectory.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.17 (1)

Terrace Bar LUU

Di bagian atas gedung LUU akan ditemukan banyak ruangan kelas dan serba guna yang biasa digunakan komunitas untuk mengadakan pertemuan rutinnya. oh jangan lupa, ada ruangan bernama Rooted, di mana mahasiswa/i bisa ikut aktif bercocok tanam dan aktivitas tersebut sifatnya volunteering loh.

Maka jangan heran jika berkunjung ke LUU maka akan ditemukan ratusan mahasiswa baik yang sedang bersantai maupun mengerjakan tugas, individual dan berkelompok. LUU tidak pernah sepi dari mahasiswa hingga malam menjemput.

Walau sulit mendapatkan tempat yang nyaman di jam ramai, namun kaki ini tetap memilih melangkah ke LUU karena memang lebih nyaman menunggu dan bersantai di sini daripada di sudut-sudut taman kampus yang sedang dingin-dinginnya.. (NDN)

WhatsApp Image 2017-09-25 at 13.31.18

Advertisements

Sebuah Perjalanan dimulai

30 Agustus 2017,

WhatsApp Image 2017-09-02 at 10.42.23

Leeds Station, 31 Agustus 2017

Menapaki sebuah cerita baru yang akan menjadi langkah awal dari suatu perjalanan panjang. Kesempatan memiliki kehidupan yang berawal dari mimpi.

Bermodal sebuah tiket pesawat berlabel Turkish Airline, langkah bermula ketika kaki memasuki Gate 1 terminal 2D Bandara International Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

19.45 adalah waktu boarding time yang menyeret kaki meninggalkan tanah air. Kaki itu tak lagi terjejak pada tanah negeri yang dicinta. Maka pada detik itu, tugas dan mimpi mengambil alih beban di pundak. Ada kewajiban pulang membawa nilai tambah dari apa yang sudah dipertaruhkan sebelumnya.

Dalam 12 jam perjalanan menuju Istanbul, ibukota negara Turki, dada masih terasa lapang. Penantian lebih kurang 4 jam pun tak berarti banyak.

07.25 waktu boarding yang tertera di kertas. Dengan nomor penerbangan TK 1993, pesawat pun membawa diri membelah lautan ke Manchester, United Kingdom. Tempat yang menjadi objek mimpi sejak belasan tahun silam.

Udara dingin menerpa di pintu keluar Manchester International Airport (MAN). Saat itu suhu udara bertengger di 18 derajat celcius. Cukup ramah dan sesuai harapan seorang anak tropis yang memimpikan hari dengan udara sejuk.

Meski tak pelak, tangan pun bergerak refleks merekatkan jaket yang seadanya. Hati riang tak menjamin tubuh terbiasa dengan kesejukan yang diharap.

Saat melangkah keluar MAN, arah mata langsung mencari tulisan rail station. Bermodal tiket 26,60 poundsterling, kaki menapak kereta tujuan akhir Newcastle.

“Leeds Station” tertera jelas di tengah stasiun bertingkat dua. Bukan pemberhentian akhir bagi sang kereta, tapi jelas ini tempat yang menjadi perhentian ku.

Ketika itu pula lah kenyataan mengetuk pintu hati dan pikiran. Bahwa kini, mimpi itu sudah terganti dengan kenyataan yang harus segera dituntaskan. Karena ada tanggung jawab dan kewajiban yang sudah menanti.

Momen yang tepat untuk segera bergegas dan bersiap diri….

karena kini perjalanan itu sudah dimulai! Selamat datang.

WhatsApp Image 2017-09-02 at 10.42.23 (1)