Menghabiskan 8 Jam di Riga hanya dengan €20

Melanjut tulisan mengenai perjalanan dan budget yang saya sediakan serta gunakan dalam perjalanan summer break kemarin, kali ini kita bergeser ke kota selanjutnya yakni Riga, Latvia.

Destinasi kedua ini sebenarnya tidak ada dalam daftar perjalanan kami sebelumnya. Karena tujuan awal adalah bergeser dari Warsawa ke Kiev, Ukraina. Namun, di menit terakhir, kami baru menyadari bahwa Ukraina tidak termasuk ke dalam negara Eropa yang bernaung di bawah European Union sehingga visa Schengen kami tidak berlaku di Kiev.

Kenyataan itu kami sadari kurang dari 24 jam perjalanan summer break ini dimulai. Setelah memutar otak dan mengutak-atik segala kemungkinan yang bisa membawa kami selangkah lebih dekat ke Rusia tanpa menghabiskan banyak biaya, maka saya menemukan alternatif untuk naik bus dari Warsawa ke Riga.

Processed with VSCO with c1 preset

Riga Old Town

Jarak tempuhnya pun sebenarnya lebih singkat. Untuk jalur Warsawa – Kiev dengan bus sekitar 15 jam dengan harga tiket £18,57 atau setara Rp355.000 dengan provider bus Lines Polissya. Sedangkan untuk jalur Warsawa – Riga hanya memakan waktu sekitar 9 jam dengan harga tiket senila £23,11 atau setara Rp 441.000 dengan provider bus Lux Express.

Tidak hanya kehilangan satu tiket, kami pun harus merelakan tiket bus Kiev – Moscow seharga £15,71 atau setara Rp300.000 untuk jarak tempuh 16 jam dengan provider bus lokal (yang tulisannya nggak bisa saya baca). Sebagai gantinya, kami harus merogoh kocek lebih dalam untuk tiket bus dengan jalur Riga – Moscow dengan provider bus Ecolines seharga £53 atau setara Rp1.000.000, jarak tempuhnya sendiri selama 14 jam.

Malang tak dapat ditolak, daripada harus berpotensi gagal ke Rusia dan kehilangan lebih banyak uang akibat tidak diterima di Ukraina, maka keputusan cepat pun harus dibuat. Jelang pukul 2.00 dini hari tanggal 24 Juni, ya hari keberangkatan kami, tiket baru dibeli dan itinerary perjalanan pun resmi berbelok.

Ternyata, Allah SWT punya ceritanya sendiri. Salah satu pertanda baik adalah kami tidak perlu menukar uang yang kami miliki dengan Ukrainian hryvnia (mata uang resmi Ukraina). Sebagai informasi, sangat sulit menemukan uang ini di money changer UK. Seharusnya ini menjadi pertanda lain bagi kami, mengingat mudahnya menemukan Russia Ruble, Swedish Krona bahkan Polish Zloty.

Processed with VSCO with c1 preset

Riga, Latvia

Riga sendiri menggunakan mata uang euro yang mana sudah kami persiapkan untuk perjalanan ke Tallinn, Estonia nantinya. Rejeki lainnya adalah keindahan Riga yang tak perlu diragukan. Sejak melangkah kaki memasuki Old Town-nya, Riga menawarkan warni-warni indah yang menarik hati.

Karena waktu yang sangat terbatas, kami memutuskan hanya mengitari Old Town Riga. Berusaha memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan mencecap keindahan kota Riga dalam sekali kayuhan.

Dari Riga Bus Station menuju Old Town Riga hanya sekitar 20 menit jalan kaki. Sesampainya di Old Town tujuan utama kami adalah St. Peter’s Church. Sayangnya, untuk masuk ke dalam dibutuhkan tiket masuk yang berbayar, sehingga kami memutuskan untuk berkeliling bagian luar gereja ini saja. Jelas gereja ini indah dan menarik perhatian turis yang sedang berkunjung di Riga, sebab sejak tahun 1997 gereja ini masuk ke dalam list UNESCO’s World Heritage.

Processed with VSCO with c1 preset

St. Peter’s Church dan The Bremen Town Musicians

Di bagian belakang St. Peter’s Church ada patung yang menyedot perhatian turis yakni The Bremen Town Musicians. Katanya ini salah satu simbol politik dan kemerdekaan Latvia karena setahun setelah hadirnya patung ini, Latvia merdeka dan keluar dari Uni Soviet.

Sembari beranjak ke destinasi berikutnya, kami melewati jejeran toko souvenir dan memilih untuk membeli oleh-oleh sebelum melanjutkan perjalanan. Seperti biasa, tujuan utama saya adalah mencari postcards dan magnet kulkas untuk mama di rumah. Saat berada di toko souvenir satu yang menarik hati saya adalah magnet kulkas bergambarkan tiga rumah yang berdempetan dengan warna biru, kuning dan putih yang lucu.

Karena penasaran, saya memutuskan bertanya ke staff di toko souvenir dan ia pun menjelaskan bahwa itu adalah bangunan historis di Riga yakni Three Brothers. Penasaran yang berbuah manis, karena ia pun dengan senang hati menjelaskan posisi Three Brothers tersebut sembari memberi saya peta Latvia secara cuma-cuma.

Saya menghabiskan €1,40 untuk 2 postcards dan €2,50 untuk dua buah magnet kulkas atau total pengeluaran saya untuk souvenir sebesar Rp66.000. Selain bisa membeli souvenir di jejeran toko oleh-oleh yang tersebar di sepanjang Old Town, ada juga Old Town Square yang menyediakan beragam makanan dan souvenir khas kota sebagai referensi dan pembanding dengan yang ditawarkan di toko.

Processed with VSCO with c1 preset

House of The Blackheads

Dalam perjalanan menuju bangunan Three Brothers kami melewati House of The Blackheads yang juga tersohor. Tempat ini biasanya digunakan untuk exhibition, konser hingga event-event yang diselenggarakan baik oleh pemerintah maupun organisasi independen.

Saya hanya sempat melongok sesaat ke dalamnya mengingat ada biaya tiket masuk sebesar €6 sehingga saya hanya memilih untuk melihatnya dari luar. Di sebrang House of The Blackheads berdiri gagah Riga City Hall. Karena memang kedua tempat ini berlokasi di Town Hall Square.

Processed with VSCO with f2 preset

Riga City Hall

Perjalanan pun dilanjutkan ke bangunan Three Brothers. Hanya berjarak sekitar 15 menit dari Town Hall Square kami pun sampai di tempat ikonik Riga lainnya. Tidak diragukan lagi, ramai orang sibuk berfoto dan mengelilingi bangunan ini.

Ketiga gedung ini berlokasi di Maza Pils Street yang merupakan kompleks perumahan tertua di kota Riga. Gedung berwarna putih merupakan bangunan tertua yang dibangun pada abad ke-15, sedangkan gedung berwarna kuning yang berdiri di tengah mendapatkan pengaruh dari arsitektur Belanda sedangkan yang terakhir menampilkan gaya arsitektur abad ke – 17. Kini ketiga gedung tersebut sudah beralih fungsi menjadi Latvian Museum of Architectures.

Processed with VSCO with c1 preset

Three Brothers Riga dan Sepaket Teman Seperjalanan

Lelah berkeliling dan waktu sudah memasuki sore hari, saya dan teman-teman pun memutuskan untuk makan. Kali ini pilihan jatuh ke Lido Alus Seta yang menawarkan makanan khas Latvia dengan harga yang terjangkau. Menariknya, restoran ini memiliki sistem seperti warteg. Jejeran makanan, minuman hingga pencuci mulut sudah disediakan di balik etalase. Kita tinggal memilih yang sesuai selera dan pas di kantong.

Poin plusnya lagi tersedia nasi. Bagi orang Indonesia yang rasanya kurang lengkap kalau nggak makan nasi, saya pun mensyukuri nasi di dalam pilihan menu yang ada. Untuk sepiring nasi seukuran 250 gram, sepotong besar chicken grilled cheese, dan 3 potong chicken wings saya membayar sebesar €6,25 atau setara Rp 105.000.

Kebiasaan saya setelah makan berat selalu mencari hidangan pencuci mulut. Beruntungnya saya di sebelah restoran terdapat bakery yang sayang namanya tidak bisa saya ingat. Saat melangkah masuk, harum toko roti dan kue yang khas langsung menyeruak, menggugah selera.

Ditambah lagi harga yang ramah di kantong memberikan saya kesempatan untuk mencicipi kue-kue di balik etalase yang rasanya sudah memanggil-manggil. Saya membeli sebuah kue seharga €1,70 atau setara Rp28.000.

Sembari menghabiskan waktu kami pun sempat melalui Vecriga, salah satu ruas jalan di Old Town Riga yang menawarkan jejeran bangunan warna-warni yang menarik mata dan indah di foto. Sebagai bekal perjalanan selanjutnya, saya pun memutuskan membeli subway favorit saya yakni Steak and Cheese dengan saus Onion dan Mayo seharga €3,95 atau setara Rp67.000.

Processed with VSCO with c1 preset

Salah satu sudut Riga Old Town

Waktu yang saya habiskan memang terlalu singkat untuk menikmati apa yang ditawarkan Riga. Namun saya mensyukuri perjalanan indah yang tidak direncanakan ini. Saran saya, tinggal lah lebih lama, Riga nampaknya jauh lebih indah dan menawarkan ketertarikan yang lebih besar dari apa yang saya alami.

Saya pun tak menolak jika memiliki kesempatan untuk mengulang pertemuan saya dengan Riga. Tentunya untuk waktu yang lebih lama. Untuk sekarang, saya harus bergegas pamit. Moscow menunggu.

Catatan Tambahan:

Total biaya yang saya habiskan selama kurang lebih 8 jam di Riga yakni sebesar €15,80 atau setara Rp267.000. Angka ini terhitung hemat karena saya tidak mengeluarkan uang untuk transportasi dan penginapan.

Selain itu, jika di Warsawa saya menitipkan barang di loker yang tersedia di stasiun, selama di Riga kami membawa ransel sepanjang perjalanan mempertimbangkan jarak tempuh yang cukup ringkas dan persinggahan yang hanya sesaat.

Jika berkesempatan berkunjung ke Riga dengan catatan waktu yang lebih lama dari saya, jangan lupa mampir ke Riga Castle. Apalagi dari sisi yang bersebrangan dengan Old Town, dari foto-foto yang saya lihat sih, Riga Castle sangat indah.

Sebagaimana perjalanan saya ke Warsawa, saya sudah lebih dahulu menyiapkan itinerary dan rancangan budget saat hendak mengunjungi Riga.

Jika waktu kalian sama singkat dengan saya, tidak perlu khawatir kehilangan indahnya Riga karena waktu delapan jam terasa sangat singkat hanya dengan menghabiskan waktu di sekitar Old Town.

Semoga tidak hanya saya, kalian pun berjodoh dengan Riga yang indah.

Processed with VSCO with c1 preset

Suatu sore yang mendung di Riga, Latvia, 25 Juni 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s