Rangkaian Perjalanan dan Budget Selama 12 Jam di Warsawa, Polandia

Pada perjalanan summer break kali ini, saya dan teman-teman sempat mampir ke-5 negara antara lain Polandia, Latvia, Rusia, Estonia dan Swedia. Dalam rangka ingin berbagi kisah dan pengalaman, maka saya akan membuat rangkain cerita yang runut mulai dari pilihan moda transportasi yang kami gunakan hingga budget yang kami siapkan untuk perjalanan di masing-masing kota.

img_0559.jpg

Modlin Airport, Warsawa, Polandia, 24 Juni 2018.

Kita mulai dari Polandia. Perjalanan di mulai dengan menggunakan pesawat Ryan Air yang membawa kami melintas dari Leeds-Bradford Airport di Leeds, UK menuju Modlin Airport di kota Warsawa, Polandia. Waktu tempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan perbedaan waktu antara UK dan Polandia yakni 1 jam lebih cepat di Polandia. Untuk harga tiket pesawatnya sendiri yakni £34,67 atau sekitar Rp650.000.

Sesampainya di Polandia, mata uang yang digunakan adalah Polish Zloty. Untuk 1PLN itu sekitar Rp3.880 atau setara £0,20. Meski tergabung dalam negara di bawah perserikatan Zona Eropa, namun Polandia memiliki mata uang sendiri, sehingga ada baiknya menyiapkan PLN ketika hendak berkunjung ke Polandia, walaupun transaksi dengan menggunakan euro juga tetap bisa. Hanya saja nantinya para pedagang akan mengonversi euro tersebut menjadi PLN dan kembalian yang akan kita terima dalam bentuk pecahan PLN. Demi menghindari kerugian akibat kurs, ada baiknya menyiapkan PLN.

Dari bandara menuju pusat kota Warsawa terhitung mudah. Dari hasil googling dan mencari informasi sebelum perjalanan, maka saya mengetahui bahwa terdapat dua pilihan transportasi yang dapat digunakan untuk menuju pusat kota. Pilihan pertama adalah bus langsung dengan harga 35 PLN atau menggunakan shuttle bus dari bandara ke stasiun kereta lalu melanjutkan dengan kereta hingga ke pusat kota seharga 19 PLN. Keduanya dapat dibeli langsung dari bandara.

img_3547.png

Kereta dari bandara ke pusat kota Warsawa.

Karena tidak mengejar waktu dan mempertimbangkan harga yang lebih murah, kami memilih opsi kedua. Tiket dapat dibeli di counter penjualan tiket yang dapat langsung ditemukan saat melangkah keluar dari pintu kedatangan bandara. Atau bisa juga dengan membeli dari mesin otomatis yang tersedia di dalam area kedatangan.

Shuttle sendiri berwarna hijau kuning dan sudah menanti di depan gerbang kedatangan bandara. Tinggal duduk manis hingga nanti sampai di stasiun kereta. Setelah sampai di stasiun kereta, kita hanya perlu melihat papan petunjuk atau bertanya untuk mengetahui arah kereta yang akan menuju ke pusat kota.

Harga 19 PLN sudah termasuk kedua transportasi di atas sehingga tidak perlu mengeluarkan uang lebih. Selain itu, dari hasil pengamatan kami, warga Polandia menggunakan transportasi umum dengan asas kepercayaan dan kejujuran, sebab tidak ada pengecekan tiket di setiap sarana transportasinya.

Tujuan pertama kami adalah Central Railway Station untuk menitipkan barang-barang di luggage room. Karena memang kami tidak menyewa hostel dan akan berangkat menuju destinasi berikutnya pada malam hari, maka menitipkan barang di stasiun adalah pilihan terbaik. Sebaiknya menitipkan barang di stasiun atau halte terdekat yang akan membawa kita ke tujuan berikutnya.

img_3548.png

Tempat penitipan barang di Central Railway Station Warsawa seharga 10 PLN.

Karena memang bus yang akan membawa kami ke Riga, Latvia terletak persis di depan Central Railway Station, maka kami memutuskan menitipkan barang di situ. Biayanya sebesar 10 PLN untuk 24 jam. Ini juga harus diperhatikan dengan seksama dan ditanyakan dengan detail kepada penjaga tas. Kebanyakan memang penitipan tas berlaku 24 jam, namun ada kalanya penitipan tas memiliki jam operasional. Jangan sampai hal ini menjadi kendala untuk melanjutkan perjalanan.

Setelahnya kami berjalan kaki menuju Plac Europejski atau European Square yang berjarak sekitar 18 menit dengan berjalan kaki. Kebetulan kami sampai saat Inggris vs Panama sedang berlaga. Sembari mengistirahatkan kaki, maka kami bersantai di sana. Dengan tidak lupa membeli Dunkin Donuts yang saat itu sedang promo mengingat malamnya tim nasional Polandia akan bertanding.

IMG_0580

Tempat Nobar gratis di Warsawa

Kelar menonton pertandingan, kami pun bergerak menuju Old Town Square Warsaw yang memang merupakan tujuan utama wisatawan di ibukota Polandia ini. Biaya tiket bus yang kami gunakan untuk sekali jalannya yakni sebesar 2,2 PLN untuk sekali jalannya dan bisa digunakan secara bebas selama 75 menit tanpa perlu membeli tiket lagi. Tiket bus sendiri bisa dibeli langsung di dalam busnya. Lagi-lagi tanpa pengecekan.

IMG_3549

Tiket bus sekali jalan yang bisa dibeli langsung di dalam bus. Hanya saja untuk transaksi ini hanya bisa dilakukan dengan kartu ATM / kredit.

Old Town Square Warsaw tercatat sebagai salah satu UNESCO World Heritage Centre. Memang tidak diragukan lagi keindahannya. Namun, karena memang sudah lapar, maka kami memutuskan mencoba Restauracja Zapiecek yang memiliki banyak cabang di Polandia terlebih dahulu sebelum mengitari alun-alun kota. Berdasarkan hasil googling, ini salah satu tempat makan yang menawarkan makanan khas Polandia dengan harga yang ramah di kantong. Yang ternyata, rasanya pas di lidah.

2018-06-24 18_19_51.835 (1)

Menu sharing di Zapiecek

Untuk berhemat, kami memutuskan sharing pesanan. Tentu dengan tidak lupa mencoba Pierogi, makanan khas Polandia yang wajib dicicipi. Bentuknya seperti dumpling namun dengan varian rasa mulai dari asin hingga yang manis. Hanya saja untuk membeli Pierogi di sini dibutuhkan minimum pemesanan yakni 9 buah. Maka saya dan teman-teman memutuskan membeli 10 sehingga masing-masing dapat mencicipi 2 rasa Pierogi. Dalam catatan saya, kala itu saya membayar 16 PLN saat patungan makan di sini.

2018-06-24 18_58_35.072 (1)

Pierogi, makanan khas Polandia

Saat sedang asyik berfoto di tengah alun-alun kota, seorang perempuan memberikan dua ekor burung yang memperindah foto-foto kami. Selepas berfoto kami pun menawar harga jasa peminjaman burung yang ia berikan. Karena saat itu kami berempat maka dengan segala jurus tawar menawar yang kami miliki maka kami hanya perlu membayar 10 PLN atau 2,5 PLN per orang.

IMG_0719

Old Town Square Market Warsawa

Tentu yang tidak boleh dilupakan adalah berkunjung ke tempat souvenir. Masih dari catatan yang saya buat, saya menghabiskan 32 PLN untuk membeli satu magnet kulkas (13 PLN), satu gelas pajangan (16 PLN) dan tiga buah postcard (3 PLN). Nama tokonya sendiri yakni Souvenir City, tapi sepanjang Old Town banyak berjejer toko oleh-oleh, hanya perlu bersabar untuk mencari yang paling terjangkau.

IMG_3550

Barbican Centre di Old Town Warsawa.

Old Town Square menawarkan banyak hal yang menarik. Mulai dari Old Town Market Square, Historical Museum of Warsaw (berbayar), Sigismund’s Column (Sigismund III Vasa adalah mantan raja Polandia yang berjasa memindahkan ibukota Polandia dari kota Krakow ke kota Warsawa), melongok ke Royal Castle (yang sayangnya juga berbayar) dan tidak boleh ketinggalan mengagumi kemegahan Barbican Warszawski atau tembok Barbican yang menjadi penanda batas antara Old dan New Town Warsawa. Konon katanya tembok ini dulu mengitari seluruh kota Warsawa sekaligus menjadi tembok pertahanan kota.

IMG_0618

Sigismund’s Column terletak di tengah Old Town Square

Puas berjalan-jalan dan berfoto menikmati indahnya Old Town Square, maka dari hasil googling diketahui bahwa ada satu coklat yang wajib dibeli saat mampir ke Warsawa yakni Wedel. Saat dicari, ternyata Wedel juga memiliki restoran yang menjual eskrim dan milkshake serta dessert lainnya. Maka saya dan teman-teman pun memutuskan mencoba Wedel.

Ternyata rekomendasi yang didapat dari Google tidak mengecewakan. Rasanya luar biasa enak dan buat nagih. Selain mencoba dua jenis dessert yang ada, saya juga membeli sebatang coklat Wedel yang khas seharga 4,5 PLN. Untuk dua porsi dessert yang kami sharing bersama, saya menghabiskan 16 PLN.

2018-06-24 21_06_13.484

Sharing Dessert di Wedel

Karena malam sudah menjemput dan kami sudah harus beranjak ke stasiun untuk mengambil tas dan bersiap melanjutkan perjalanan darat ke Riga, Latvia maka perjalanan di Old Town Warsaw pun berakhir. Dengan tiket bus 5 PLN untuk bertiga dengan durasi masa berlaku 50 menit, kami pun menuju Central Railway Station lagi. Ada banyak pilihan jenis tiket transportasi yang bisa digunakan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan saat itu saja untuk mendapatkan yang termurah.

IMG_3551

Coklat khas Polandia yang dijual di Wedel

Warsawa merupakan kota yang ramah turis, dengan biaya transportasi yang murah dan akses yang mudah, menghabiskan waktu 12 jam di Warsawa terasa sangat singkat. Jika memiliki rejeki, saya tidak menolak untuk kembali ke sini. Hanya saja demi menghemat biaya perjalanan terutama dari sisi akomodasi, maka tidur di bus atau di perjalanan adalah opsi terbaik. Jelang tengah malam, bus yang akan kami tumpangi pun datang, siap membawa kami membelah malam dan mencapai Riga, Latvia keesokan harinya.

IMG_1532

Berfoto bersama burung di alun-alun Old Town Square ini berbayar ya

Kisah dan budget untuk kota Riga akan dilanjut di tulisan berikutnya ya. Semoga informasi yang saya bagi ini bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan, saya dengan senang hati membantu selama saya bisa.

Catatan Tambahan:

Sepanjang perjalanan di Warsawa, saya menghabiskan sekitar 115 PLN atau setara £23,50 atau Rp450.000. Penting untuk membuat itinerary perjalanan sehingga waktu akan terkontrol dan tujuan sudah lebih jelas daripada menghabiskan waktu untuk googling dan mencari informasi di lokasi. Tentunya dengan penyesuaian dengan kondisi di tempat ya, setidaknya memiliki itinerary akan membantu menjadi panduan selama perjalanan. Terutama bagi yang memiliki waktu dan budget yang terbatas.

Link ini juga berguna untuk referensi transportasi di kota Warsawa.

Selain itu, penting juga untuk mengecek tempat makan murah di daerah yang akan dikunjungi. Tentunya lapar tidak bisa ditunda kan, sementara keinginan untuk mencicipi makanan khas lokal juga bergejolak. Satu tips yang bisa saya bagi untuk mengakali hal ini saat merancang budget di awal adalah mematok budget seharga standar makan di restoran sedang atau menengah ke atas.

Gambaran, saya membuat budget sekali makan sebesar 25 – 30 PLN, nyatanya nanti lebih murah dari itu tentu akan menjadi bekal tambahan untuk membeli souvenir kan hehehe. Budget tersebut jauh di atas harga makanan murah, sebagai patokan, sekali makan di McD yakni paket burger lengkap dengan kentang hanya 6 PLN.

Untuk SIM Card sendiri, saya dan teman-teman tidak perlu membeli SIM Card lokal karena SIM Card UK mayoritas sudah langsung terhubung otomatis dengan negara-negara di zona Eropa tanpa biaya tambahan. Saya sendiri menggunakan SIM Card ID Mobile, dua orang teman menggunakan provider Three (3), seorang menggunakan O2 dan satu lainnya menggunakan Lyca Mobile. Semuanya aktif saat itu juga tanpa terkena biaya tambahan. Hanya perlu memastikan kuota data yang dimiliki cukup.

Siapkan juga google translate yang sudah didownload full dari rumah untuk bahasa yang dibutuhkan. Sehingga bisa digunakan saat offline, selain untuk menghemat paket data, juga berguna untuk menghemat baterai handphone.

Advertisements

1 thought on “Rangkaian Perjalanan dan Budget Selama 12 Jam di Warsawa, Polandia

  1. Pingback: Menghabiskan 8 Jam di Riga hanya dengan €20 | namiradaufina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s