Bagi Para Pejuang LDR di Luar Sana

Suatu sore yang cukup terang benderang di Leeds, ada seorang teman dekat yang mengirimkan sebuah tulisan. “Tiba-tiba gue kebayang para pejuang kece LDR dan jadi nulis ini sambil mikirin perjuangan keras Nami dan Emir yang kece juga,” katanya waktu itu melalui pesan singkat.

Tergugah dengan barisan kata-kata indah yang ia hasilkan dari buah pikirannya kala itu, saya pun mengucap janji untuk menayangkannya di blog ini.

Karena sungguh, jauh itu bukan perihal jarak.
Jauh ialah waktu.

Jauh adalah untuk seluruh waktu yang tidak sempat kita habiskan bersama.
Jauh adalah untuk seluruh waktu ketika kamu bersinar bersama rembulan dan aku tersengat matahari yang malu-malu.
Jauh adalah saat-saat kamu letih dan berpeluh karena hidup, sementara aku terbuai di masa lelap yang pekat.

Waktu adalah pudar
Dan jauh itu kamu

Lantas kita menjadi nanar yang pendar
Dan perlahan hilang bersama waktu

Leeds, 1 May 2018
Daina.

Tulisan ini pantas disebarkan, tidak hanya bagi saya, tapi bagi siapapun di luar sana yang sedang menerjang perbedaan waktu dan jarak. Karena mungkin ruang tak lagi kita bagi bersama, tapi tak lantas hati berhak mengalah.

Terima kasih, Daina! 🙂

IMG_9367

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s