Aktivasi Identitas Nasional

Demi menjaga konsistensi untuk kembali menulis rutin di blog sendiri maka mari kali ini sedikit membahas kegiatan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Leeds (PPI Leeds) untuk melestarikan budaya Indonesia. Berada jauh dari tanah air sebenarnya justru mengaktivasi kebanggaan warga Indonesia akan budaya tradisional yang ia miliki.

Hal ini pernah dibahas di salah satu kelas yang saya ikuti di semester dua. Bertajuk “Identity, Culture and Technology“, pada salah satu minggunya dibahas mengenai National Identity.

“Attitudes and beliefs that constitute nationality are often hidden away in the deep recesses of the mind brought to full consciousness only by some dramatic event,” (Miller, 1995, p. 18).

Ketika itu di kelas dibahas bahwa salah satu dramatic event yang berpotensi membangkitkan semangat nasionalisme seseorang bisa datang dari perasaan bangga dan keinginan untuk menunjukkan identitas diri ketika berada di tengah lingkungan yang multi-kultur. Tinggal di negeri orang jelas menjadi sentimen yang memicu bangkitnya rasa nasionalisme, selain ingin menunjukkan eksistensi juga terdorong  untuk memamerkan kebudayaan Indonesia yang beragam kepada masyarakat berjangkauan internasional.

 

WhatsApp Image 2018-04-26 at 21.48.21

Indonesian Culture and Arts Festival 2018, Pyramid Theatre, LUU

 

Hal itu mungkin bisa dijadikan landasan teoretis mengapa lantas PPI Leeds tergerak untuk mengadakan Indonesian Culture and Arts Festival (ICAF) 2018. Dalam rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari tersebut, PPI Leeds melalui divisi seni budaya mengadakan pameran seni dan pagelaran seni drama serta seni tari tradisi.

Kegiatan ini berlangsung pada 26 dan 27 April 2018 yang mana pada saat penulisan cerita ini, maka ICAF hari pertama baru saja berakhir. Pada pameran yang diselenggarakan di Pyramid Theatre, Leeds University Union, ICAF menampilkan kain batik Nusantara dan memajang sekilas pengetahuan mengenai Indonesia yang dibagi ke dalam kategori Indonesia bagian Barat, Indonesia bagian Tengah dan Indonesia bagian Timur.

WhatsApp Image 2018-04-26 at 21.48.20

Booth Indonesian Bagian Barat, Tengah dan Timur, ICAF 2018, Leeds

Selain kain tradisional, ICAF juga menggelar workshop melukis di atas tote bag dengan latar gambar utama yakni Burung Merak dan Barong Bali. Tidak hanya itu, di bagian permainan tradisional, ICAF menyediakan beberapa permainan dan musik tradisional seperti Gasing, Kalimba dan Angklung yang memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk berpartisipasi dalam permainan atau ikut memainkan alat musik yang tersedia.

Ditambah lagi, acara ini juga memberikan kesempatan bagi siapapun untuk memamerkan karyanya baik berupa film pendek, foto hingga artworks bertema Indonesia. Tujuannya memberikan panggung bagi siapapun yang tertarik untuk memamerkan hasil karyanya untuk diapresiasi bersama.

Pada kesempatan yang sama, dengan batik yang kami kenakan setidaknya secara sederhana kami berupaya untuk menjadi agen budaya. Membawa serta identitas sebagai warga Indonesia sepanjang hari, dilihat baik secara disadari maupun tidak menggunakan sesuatu yang erat kaitannya dengan budaya yang melatarbelakangi identitas sebagai seorang Indonesia.

Sementara untuk teater sendiri, ICAF mengangkat kisah Timun Mas yang legendaris dengan dipadupadankan oleh beberapa tarian daerah mulai dari Tari Kecak (Bali), Tari Naiyak Padi dan Tari Piring (Sumatera Barat), Tari Pakarena (Sulawesi), Tari Nandak Ganjen (Betawi), Tari Bambu (Kalimantan) dan Tari Yosim Pancar (Papua). Yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 27 April 2018.

 

WhatsApp Image 2018-04-25 at 11.52.48

Poster ICAF 26 – 27 April 2018, Leeds

 

Tulisan ini dibuat untuk menjadi penanda bahwa pernah suatu waktu, saya terlibat pada proses mengapresiasi dan menjaga kelestarian budaya tradisi Indonesia di Leeds. Proses panjang yang menguras waktu dan tenaga, menyempatkan diri untuk mengambil waktu luang di tengah padatnya antrian deadline yang mengular panjang.

Meski demikian, tidak ada perasaan yang lebih membanggakan ketika ada teman-teman berkebangsaan lain yang datang dan tertarik dengan apa yang disajikan. Meluangkan waktu dan rela membayar untuk menonton pertunjukkan yang diselenggarakan.

Karena sekecil apapun usaha yang dilakukan, setidaknya satu atau dua orang lain sudah mengenal dan mengingat sesuatu mengenai kebudayaan Indonesia. Apa yang dibagikan hari ini mungkin tidak terasa berarti, tapi ketika itu dilakukan terus menerus dan dijadikan rutinitas meski hanya tahunan, akan ada selalu satu orang lain setiap tahunnya yang mengenal lebih akan Indonesia.

Menyampaikan pesan bahwa kita, generasi muda bangsa Indonesia tersebar di seluruh penjuru dunia. Bersiap mengenakan atribut nasionalisme dan menunjukkan identitas sebagai anak bangsa. Setidaknya, kita ada dan turut serta mendendangkan nama Indonesia di kalangan masyarakat yang lebih luas lagi. – NDN.

WhatsApp Image 2018-04-26 at 21.48.19

Suasana ICAF, 26 April 2018, Leeds

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s