Menginjakkan Kaki di Tanah Britania

Hari pertama di Leeds, 31 Agustus 2017.

Kamis siang, sesampainya di Manchester International Airport, saya masih harus melanjutkan perjalanan ke Leeds. Salah satu moda transportasi yang ringkas dan memungkinkan saya dengan barang bawaan yang sedemikian besar untuk masuk adalah kereta.

Tapi sebelum mencari petunjuk arah menuju stasiun kereta, saya dan teman-teman terlebih dahulu mencari kartu telefon. Berdasarkan diskusi sebelumnya dengan teman-teman dan senior di Leeds maka kami sudah mengantongi beberapa nama provider telfon yang bisa dijadikan pilihan.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.04.09

Hanya saja di MAN, hanya tersedia 3 pilihan provider telefon yakni 3 (Three), EE dan Lebara. Pilihan pun jatuh pada EE karena pertimbangan saran senior PPI yang mengatakan sinyalnya cukup bagus di Leeds. Walau sebenarnya sejak awal saya mengincar Vodafone karena katanya memiliki kualitas seperti Telkomsel di Indonesia tapi keinginan untuk segera mengabari keluarga dan pacar membuat saya menjatuhkan pilihan ringkas pada EE.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.04.10

Kartu Telefon EE seharga 20 pounds

Harganya saat itu 20 poundsterling untuk 2GB dengan bonus 10GB untuk sebulan pertama. Pemasangan dan aktivasi pun dibantu oleh si mbak penjaga toko. Oh iya, kartu telefon dijual di dekat pintu keluar bandara MAN, persis di sisi kiri di dalam sebuah supermarket.

Selesai mengurus kartu telefon, kami pun melanjutkan perjalanan ke stasiun kereta. Diarahkan untuk naik satu lantai dan setelahnya menyebrang di skywalk bandara. Lewat skywalk kami pun diarahkan turun dan langsung menemukan counter penjualan tiket. Setelah itu kembali disarankan untuk turun 1 lantai menuju peron kereta.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.04.08

Keluar dari bandara MAN, di sisi kanan ada lift menuju stasiun

Sebenarnya untuk tiket kereta sendiri bisa dibeli via online sejak jauh hari misal melalui (Virgin Trains) http://www.virgintrains.co.uk. Jika mendarat di Manchester maka ambil rute Manchester Airport ke Leeds Station (LDS). Hanya saja sayangnya saya tidak memiliki dan menggunakan kartu kredit. Padahal jika membeli jauh hari dari Virgin Trains harga tiket kereta dari MAN ke Leeds Station hanya berkisar 11-12 poundsterling, berbeda jauh dengan membeli tiket on the spot yang menghabiskan 26,60 poundsterling.

Tapi karena memang sudah dipersiapkan, saya pun membayar dan langsung menuju peron yang dituju. Sulit untuk menemukan peron mana yang akan membawa kita ke Leeds. Tersedia 8 peron yang berjejer horizontal dan tidak ada petunjuk yang jelas. Di depan saya sudah tersedia sebuah kereta dengan tujuan tertulis “Newcastle”, di sisi kanannya terdapat kereta dengan tujuan “Edinburgh” dengan dua kereta lain masih tanpa tujuan.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.02.00

Peron-peron di stasiun kereta bandara Manchester

Mengingat barang bawaan yang cukup banyak, maka saya dan teman-teman memutuskan untuk mencari tempat menunggu dan meletakkan koper-koper di sana. Tersedia ruang tunggu berpintu kaca lengkap dengan coffee shop dan supermarket di tengah stasiun.

Namun karena minimnya petunjuk, saya dan seorang teman memutuskan untuk mencari information center. Di depan ruang tunggu kebetulan sedang ada seorang petugas stasiun dan ternyata setelah bertanya, kereta bertujuan “Newcastle” itu lah yang seharusnya akan membawa kami ke Leeds.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.04.07

Tiket kereta MAN – LDS

Tiket yang dibeli membebaskan kami untuk duduk di peron manapun, maka mengingat barang bawaan yang banyak, saya dan teman-teman mencari peron yang cukup sepi untuk meletakkan koper di ujung pintu. Perjalanan sendiri memakan waktu sekitar 1 jam 5 menit.

Pemandangan yang tersaji pun memanjakan mata. Jejeran rumah bata merah khas Negeri Ratu Elizabeth menyapa, belum lagi hamparan bukit hijau dan suasana mendung memberi pernyataan tegas bahwa kini saya sudah sampai di Britania Raya. Suhu udara pun menunjukkan 16 derajat celcius dengan beberapa daerah yang diguyur hujan tipis.

Sesampainya di Leeds, alhamdulillah kami sudah dijemput oleh perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leeds. Setelah berkenalan dan berfoto bersama tanda sudah sampai dan dijemput dengan selamat, kami ikut dengan salah satu kenalan teman, Bang Aswin, untuk diantarkan ke rumah sementara selama di Leeds.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.01.58

Di depan pintu Leeds Station, dijemput Mas Adi ketua PPI Leeds 2016-2017

Memang di Leeds kami menumpang di akomodasi sementara. Setelah diantar kami diajak makan siang bersama di rumah Bang Aswin.

Perasaan langsung membuncah setelah melihat apa yang terhidang di meja makan. Mbak Lia, istri bang Aswin, sudah memasak sop daging lengkap dengan teri dan telor balado. Rasanya ingin menangis haru, setelah perjuangan 22 jam di perjalanan dengan makanan yang tak pas di lidah.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.01.22

Makanan pertama di Leeds yang disajikan di rumah Bang Aswin

Sesaat terbayang wajah mama di rumah yang selalu menyajikan makanan serupa sebagai penawar lelah setiap kali pulang kerja. Tak dianya, meski sudah terpisah 11.758 km, kata Distance Calculator nemu di Google, hangat rumah itu masih terasa jelas.

Terbersit satu pelajaran jelas dalam ingatan bahwa ke mana pun kaki melangkah akan selalu ada keluarga yang menanti. Meski keluarga di sini tidak lah berkaitan hubungan darah, namun kebersamaannya tak perlu diragukan.

Setidaknya untuk berpegangan, perjalanan ini tidak ditempuh seorang diri. Ada orang-orang yang berjuang bersama kita dengan tujuan yang sama, bertahan dan berhasil di negeri orang, untuk nantinya menyelipkan kebanggaan pada keluarga di rumah yang senantiasa berdoa untuk keselamatan, kebahagiaan dan keberhasilan kita.

Setelah waktu menunjukkan pukul 16.00 kami memutuskan pulang. Imbas dari jetlag yang masih menguasai, ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 di Leeds atau pukul 22.30 di Jakarta maka seketika kami pun tertidur lelap.

Hari pertama di Leeds pun berjalan manis, cuaca dingin sekitar 17-18 derajat celcius berhasil membuat kami tidur dengan sweater dan kaos kaki lengkap. Meski heater ruangan sudah menyala. Badan butuh beradaptasi dengan lebih keras, belum lagi rindu akan keluarga dan pacar sudah menyerang. Namun tak ada waktu untuk bermuram diri, kantuk menyerang dan mata tak lagi berkompromi untuk terus melanjutkan aktivitas lebih panjang dari ini.

Tak berhenti di sana, pukul 03.00 waktu Leeds atau 09.00 waktu Jakarta kami pun terbangun segar dan menghabiskan waktu mengobrol hingga pagi menjemput. Saatnya bergegas karena urusan administrasi sudah menanti dan bersiap menjadi warga Indonesia baru di Leeds.

WhatsApp Image 2017-09-10 at 19.02.01

Di salah satu peron stasiun Manchester sesaat sebelum berangkat ke Leeds, Kamis, 31 Agustus 2017

Advertisements

2 thoughts on “Menginjakkan Kaki di Tanah Britania

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s